Kolase itu, Penuh Cinta
February 20, 2007
Masing-masing dari mereka memang mengukir ceritanya tersendiri di sudut tembok mereka berada. Namun ada satu hal yang menyamakan keberadaan mereka, yaitu semuanya ada di sana cuma untuk satu orang. Untukku. Untuk memenuhi keinginanku, keegoisan diriku. Tetapi ada satu sudut yang berbeda, sebuah lahan di atas meja (yang harusnya tempat untuk) belajarku. Di sana terbesit sedikit hangatnya cinta. Di sanalah terpajang kolase ini.
Banyak cerita yang bisa dituturkan dari sana, bertumpuk-tumpuk kenangan yang bisa bercerita satu sama lain. Untaian ceritanya bisa membentuk epik kehidupan kecil yang sederhana, tapi menurut satu orang begitu bermakna. Karena apa yang ada di kolase itu bukanlah Budi sendirian, di sana ada teman-temannya. Di sana, ikut tertawa di sebelahnya, ada orang-orang yang berkenan menghabiskan waktu bersamanya. Kolase ini semakin tebal saja, entah sampai kapan aku akan terus menambah percikan kenanganku padanya. Bertumpuk-tumpuk bukan berarti saling menutupi, melainkan saling melengkapi. Karena foto yang ini takkan ada tanpa gambar yang itu. Karena gambar yang itu takkan lengkap tanpa foto yang ini. Dulu aku kira waktu akan bisa menghapus segalanya. Namun sesekali ketika aku menengok ke tembok ini, ke kolase ini, aku tahu waktu takkan mampu menghapusnya, ia hanya akan membuatnya semakin berharga. Mengapa? Karena ada cinta yang mempertahankannya.
Btw, while I’m still full of this kind of love things, I’ll use this chance to say I’m sorry for someone. I know you’re gonna read this. you, who give me a lot of your precious attention. Maybe I’m just too stupid to see the reality, but I have a lot of fun in pursuing what I believe. Eventhough, maybe it’s not even exist. ![]()
Ya—Ha—!!
Entry Filed under: Personal. .
17 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed






1.
didut | February 20, 2007 at 6:56 am
pertamaxxx bud wakakakk…
2.
didut | February 20, 2007 at 6:57 am
komen II: bud itu paragraf terakhir serius tuh?? gila apel kamu tolak yi haaa!!
3.
escoret | February 20, 2007 at 8:41 am
Amin..!!!
btw,stiker eScoret di tempel di sebelah mana bos..???
4.
zam | February 20, 2007 at 9:20 am
from Jogja with Love. in Semarang with Love.
matur suwun, kang!
we love yu.. :-*
halah!
5.
Fany | February 20, 2007 at 9:29 am
Cieeeehhhhh :-”
Budi bisa romantis juga.. ^:)^
manaa someone di paragraf terakhir? Tanpa skrinsyut adalah pembohongan publik! *balas dendam* [-(
>:)
6.
didut | February 20, 2007 at 11:25 am
jadi lupa, figur yg saya kasih juga jgn lupa yah :-”
7.
budiyono | February 20, 2007 at 1:45 pm
walah.. pada salah fokus komennya. Baca yang atas! nulisnya lama itu! :d
to pepeng : stikermu kutempel di atap, mayan nambal genteng bocor.
to fany :
) *strike one*
to didut : thank you ya mas, tapi figure kan gak bisa dipajang di tembok..
8.
diditjogja | February 20, 2007 at 4:30 pm
hallah….siapa wanita malan itu kang?
:-”
9.
chocoluv | February 21, 2007 at 7:44 am
suit suit,,, ihik ihik :-”
10.
kunce | February 21, 2007 at 11:03 am
Just like The Old Man Said
Sudahlah…:d:d
11.
sesy | February 21, 2007 at 11:40 am
hhhmmmmm wonderring who’s that girl???
12.
ikha | February 21, 2007 at 1:12 pm
it’s okeh bud….:)>-
13.
Nev | February 22, 2007 at 1:12 am
Pasti yang kamu maksud cewek kendal itu ya bud…:d
14.
templank | February 22, 2007 at 7:30 am
poster bangku taman ditaro mana kang… kok ga keliatan… btw makasih, bwt lagu lagunya..
15.
mina | February 22, 2007 at 10:11 am
botol pasir pantai, gak nyangka ada yang ngumpulin ini juga
16.
jiban | February 23, 2007 at 8:22 pm
hallah..wes di DO
17.
nino | February 28, 2007 at 7:29 pm
oalaaa…. ternyata cintaanmu kui KOKOM …
huakakakak…..